PTT untuk Tanam Padi Rawa

Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) mengadakan demonstrasi menanam padi di lahan sawah yang dicontohkan oleh teknisi Didin Wahyudin dari Balai Besar Penelitian Padi, Sukamandi, Jawa Barat. Penanaman padi rawa dilakukan dengan menggunakan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

PTT yang diterapkan berupa penggunaan bibit unggul, pupuk organick 1,5 – 2 ton per hektar, pola tanam legowo 21, dengan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm, dan pemasangan trap barrier system untuk mencegah tikus. Lahan seluas 5.000m2 dibagi menjadi 18 petak untuk ditanami tujuh varietas padi yakniInpara 2Inpara 3Inpara 4Inpara 5BatanghariIndragiri, dan Air Tenggulangyang semuanya cenderung tahan genangan serta toleran pada kemasaman tanah. Tiap petak yang digunakan memiliki luas 60 – 330 m2.  Potensi padi rawa diharapkan dapat lebih optimal dengan teknologi PTT.

Dari pengamatan Didin, paket teknologi pola legowo 21 yang sebetulnya sudah lama tetapi belum banyak digunakan petani di lahan rawa. “Padahal dengan pola ini seolah-olah semua hamparan padi berada di tepi galangan,” katanya. Pada pola legowo jarak tanam dibuat kosong setiap dua baris tetapi dengan lebih merapatkan jarak antar baris.

Prinsipnya tanaman di baris yang dikosongkan diselipkan di tengah baris di sebelahnya Dengan pola itu populasi hamparan lebih banyak hingga 220.000 rumpun  per ha. Berbeda dengan pola petani biasa yang disebut pola tegel yang hanya 160.000 rumpun  per ha.

Penampilan varietas padi dan paket teknologi yang diterapkan ini akan  dapat disaksikan Juli 2011 mendatang bertepatan dengan Pekan Rawa Nasional yang digelar oleh Balittra.

Sumber : Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Budidaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s