Pengenalan & Pengendalian Terpadu Penyakit Tungro

Hasil panen padi tidak akan optimal, apabila pertanamannya terserang virus tungro, bahkan bila virus tungro infeksinya terjadi lebih awal yaitu pada fase pertumbuhan vegetative, petani tidak akan memperoleh hasil sama sekali. Penyakit yang disebabkan oleh virus ini mempunyai nama yang berbeda-beda di masing-masing wilayah. Orang Kalimantan menyebutnya penyakit habang, Sulawesi Selatan disebutnya cellapance, di Jawa disebutnya Mentek atau di Bali disebutnya kebebeng.

Gejala utama penyakit tungro tampak pada perubahan warna daun muda menjadi kuning oranye dimulai dari ujung daun, daun muda agak menggulung, jumlah anakan berkurang, tanaman kerdil dan pertumbuhannya terhambat. Bila serangan virus ini agak berat, tampak pada daun terdapat bintik-bintik hitam. Pengendalian tungro harus dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek seperti penyebaran virus tungro, fluktuasi populasi wereng hijau, perubahan kondisi lingkungan dan sosial ekonomi petani.

Penanaman dengan cara jajar legowo dua baris atau empata baris dapat menekan pemencaran wereng hijau yang biasa membawa virus tungro. Keberadaan tungro pada jajar legowo 4 lebih rendah dari pada jajar legowo 2. Dengan penanaman jajar legowo, pemencaran vektor akan tertekan serta dapat mengurangi penyebaran tungro dan penyakit padi yang lain.

Ada beberapa musuh alami yang mampu sebagai predator untuk menyerang wereng hijau yang biasa menularkan virus tungro pada tanaman padi. Predator tersebut antara lain Laba-Laba Srigala, Laba-Laba Bermata Jalang, Laba-Laba berahang Empat, Kepik Permukaan Air, Kumbang Stafilinea, Kumbang Karabid, Kinjeng Dom, Belalang Bertanduk Panjang, Kumbang Koksinelid.

Informasi di bawah ini perlu anda ketahu agar memahami lebih detail tentang pengendalian penyakit tungro.

http://www.litbang.deptan.go.id

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Hama & Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s