Penganekaragaman Pengolahan Jagung

Penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pokok pangan seperti beras. Seperti kita ketahui bahwa jagung merupakan sumber kalori pengganti atau suplemen bagi beras, terutama bagi sebagian masyarakat pedesaan di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi.

Dewasa ini, proporsi penggunaan jagung sebagai bahan pangan cenderung  menurun, tetapi meningkat sebagai pakan dan bahan baku industri. Agar penggunaan jagung sebagai pangan meningkat, maka perlu usaha penganekaragaman dalam pengolahannya sehingga menarik untuk dikonsumsi sebagai bahan pangan.  Ini berarti penganekaragaman pengolahan jagung  dapat menjadi  salah satu upaya  penganekaragaman pangan untuk mencapai ketahanan pangan.

Kandungan gizi jagung sebagai bahan pangan tidak kalah  dengan beras bahkan lebih  baik,  hal ini dapat dilihat dari kandungan gizi masing-masing yaitu kandungan protein untuk jagung  8,60 % dan beras 6,69 %, kandungan karbohidrat untuk jagung 72,60 % dan untuk beras 72,23 %.  Di samping itu jagung juga mengandung vitamin dan kalsium.

Beberapa produk olahan  yang dapat dikembangkan oleh petani dengan teknologi sederhana adalah sbb.

Beras Jagung instan
Beras jagung instan merupakan produk pangan instan berbentuk granulat. Proses penyiapan untuk konsumsinya cepat. Untuk dijadikan bahan siap konsumsi cukup direbus dengan air atau susu dalam waktu singkat

Cara pembuatannya adalah: 1) jagung pipilan digiling kasar sampai berbentuk grits (ukuran sebesar beras), 2) diayak menggunakan ayakan dengan ukuran lubang 1,4 mm, fraksi yang lolos ayakan adalah dedak, 3) ditampi untuk menghilangkan kotoran, 4) dicuci, dan direndam selama dua jam, 5) ditiriskan, dikeringkan hingga permukaan kering, 6) direbus dengan air dengan perbandingan 1 : 5 hingga terbentuk bubur, ditandai oleh mengentalnya adonan, 7) bubur jagung didinginkan pada suhu ruang selama 15 menit, lalu dikemas dalam plastik, 8) masukkan kemasan tersebut ke dalam freezer (Suhu -20C) selama 24 jam, 9) setelah pembekuan selama 24 jam lalu produk dilunakkan (thawing) dengan perendaman air yang diganti setiap lima menit, 10) bubur jagung dikeringkan pada suhu 60-700 C selama tiga jam, 11) kemas beras jagung instan dengan kemasan plastik.

Tepung Jagung
Tepung jagung adalah butiran-butiran halus jagung kering yang berasal dari jagung kering yang dihancurkan.

http://sinartani.com

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Budidaya. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s