Penanggulangan Organisme Pengganggu Tanaman Pada Tanaman Karet

Karet merupakan salah satu komoditi penyumbang devisa negara yang cukup besar (volume ekspor sekitar 2,024 juta ton dengan nilai $ 2.582 juta). Peningkatan produksi karet dari tahun ke tahun menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan yaitu mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6,82% (periode 2005-2009).

Selain mempunyai peran ekonomis, karet juga mempunyai peran sosial karena menjadi sumber penghidupan bagi jutaan penduduk (1,985 juta KK) Indonesia serta secara ekologis karet mendukung pelestarian lingkungan hidup, sumberdaya alam dan keaneka ragaman hayati. Adanya kecenderungan membaiknya harga karet beberapa tahun terakhir hingga tahun 2020, serta meningkatnya kebutuhan karet alam dunia yang mengalami peningkatan rata-rata 2,6% per tahun, menyebabkan karet menjadi salah satu komoditi unggulan yang dimasukkan dalam program revitalisasi perkebunan.

Agar produksi karet tidak mengalami penurunan, salah satu upaya yang dilakukan adalah meminimalkan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).  OPT tanaman karet sering menimbulkan kerugian ekonomis bagi pekebun. Kerugian tersebut tidak hanya disebabkan oleh turunnya produksi, tetapi besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengendaliannya cukup mahal.  Karena itu upaya pengendalian penyakit yang tepat harus menjadi perhatian.

PENGENDALIAN TERPADU OPT KARET
Sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang No 12 Tahun 1992 pasal 20, perlindungan tanaman perkebunan (termasuk karet) terhadap serangan OPT menerapkan pengendalian hama terpadu (PHT) melalui langkah-langkah yaitu: 1) pengamatan yang teratur dan berkesinambungan; pengambilan keputusan; dan 3) pelaksanaan pengendalian.

Pengamatan
Langkah-langkah pengamatan dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Menyiapkan bahan pengenalan OPT sasaran dan gejala serangan
  2. Pengenalan periode kritis  tanaman terhadap serangan OPT
  3. Menyiapkan informasi tentang inang OPT sasaran dan
  4. Mengiventarisasi luas areal tanaman karet yang terserang OPT di tiap kabupaten dan dirinci per kecamatan
Ir. Sri  Puji Rahayu, MM, Penyuluh Pertanian Madya
Pusat Penyuluhan Pertanian

http://sinartani.com

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Hama & Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s