Organisme Pengganggu Tanaman (Opt) Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis)

Salah  satu  faktor  yang  dapat  mempengaruhi  produksi  tandan buah segar adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman,  dengan pengenalan beberapa jenis organisme pengganggu tanaman kelapa sawit dapat mendeteksi secara dini agar tanaman selalu dalam keadaan sehat dan produksi lebih baik. Jenis-jenis hama pada umumnya tidak sulit diidentifikasikan, tetapi petani atau perusahaan perkebunan dapat menghadapi kesulitan dalam membedakan dan mengidentifikasikan jenis-jenis kumbang atau ulat, karena tanda-tandanya banyak yang mirip. Pada situasi seperti itu ada baiknya meminta bantuan ke lembaga-lembaga peneli­tian. Hal ini penting karena jenis hama yang berbeda mungkin memerlukan perlakuan yang berbeda pula.

Dalam memilih jenis-jenis insektisida, perlu diketahui bahwa sekarang ini penciptaan jenis-jenis insektisida baru berjalan sangat cepat, sehingga jenis-jenis bahan aktif yang disampaikan dalam buku ini dalam waktu relatif singkat sudah akan ketinggalan. Mengingat insektisida-insektisida jenis baru sering lebih baik (lebih murah, lebih mudah diaplikasikan, lebih aman, dan lebih efektif), maka adanya kontak yang intensif dengan lembaga-lembaga penelitian diperlukan agar petani atau pengusaha selalu mengetahui perkembangan-perkembangan terakhir dalam pengendalian hama. Sebaliknya, para peneliti dan penyuluh pada dasarnya berkewajiban untuk menyampaikan hal­-hal baru tersebut kepada para petani. Pestisida yang diizinkan diperdagangkan di Indonesia ditulis dalam Surat Keputusan Menteri Perta­nian yang diperbaharui setiap tahun (11), seperti yang diuraikan di muka.

Hama-hama kelapa sawit dapat dikelompokkan ke dalam empat golongan, yaitu golongan Vertebrata, Arthropoda, Mollusca, dan Nematode. Yang termasuk golongan Vertebrata adalah tikus, tupai (bajing), kera, babi hutan, gajah, dan jenis jenis burung. Dari golong­an Arthropoda adalah jenis-jenis serangga dan kutu, dari golongan Mollusca jenis-jenis siput.

(a) Hama Vertebrata

(i) Tikus. Beberapa jenis tikus (Rattus, antara lain R. tiomanicus dan R.exulans) dapat menjadi hama kelapa sawit (187, 188). Jenis mana yang berkembang dipengaruhi oleh jenis vegetasi yang berkem­bang di gawangan, karena di sinilah tempat hidupnya. Selain itu juga dipengaruhi oleh vegetasi di sekeliling kebun atau di pemukiman karyawan kebun. Bagian pohon kelapa sawit yang menjadi sumber makanan bagi tikus terutama buahnya, baik buah matang ataupun yang masih mentah. Selain itu umbut batang kelapa sawit yang baru ditanam pun sering dimakan tikus sehingga tanaman mati. Kerugian yang ditimbulkan oleh tikus dapat cukup besar. Di salah satu PT Perkebunan hasil tangkapan tikus dengan perangkap berkisar antara. 36-218 ekor/ha/hari. Di areal tanam yang baru kerusakan dapat mencapai 20-30% .

http://sinartani.com

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Hama & Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s