Bubuk Kedelai Sebagai Alternatif Bubuk Kopi

Minuman kopi hasil seduhan bubuk kopi merupakan minuman segar yang sangat populer. Namun untuk kalangan tertentu, seperti mereka yang sudah dalam tingkat adiksi (kecanduan) atau faktor kondisi tubuh dan kesehatan tertentu, kafein yang terkandung dalam kopi bisa mengganggu kesehatan. Sehingga perlu membatasi atau menghentikan minum kopi.

Tetapi itu tidak berarti seseorang tidak lagi memiliki peluang untuk menikmati minuman yang masih mencitrakan rasa minuman kopi atau setidaknya memberi kesan perisa (flavor) minuman kopi walaupun tidak bisa diharapkan sempurna. Salah satu di antara alternatif bubuk kopi yang sudah dicoba dan hasilnya memadai adalah bubuk kedelai dari kedelai sangrai.

Di antara yang telah berupaya mengembangkan bubuk kedelai sebagai pengganti bubuk kopi sebagai alternatif minuman kopi adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Hasil penelitian mereka menunjukkan bubuk kedelai bisa dimanfaatkan sebagai minuman non aditif bagi pencandu kopi yang oleh dokter dianjurkan untuk mengurangi atau menghentikan minum kopi.

Penerapan hasil pengkajian BPTP Yogyakarta itu telah dikembangkan di Kabupaten Sleman, Bantul dan Kulonprogo. Pengembangan ini dapat dikembangkan melalui industri rumahan. Sehingga selain melengkapi cara-cara yang sudah ada untuk meningkatkan nilai tambah biji kedelai, pemanfaatan baru tepung kedelai ini bisa meningkatkan kegiatan wanita dalam kegiaan industri rumah tangga, khususnya di pedesaan.

Pada studi tersebut BPTP Yogyakarta menggunakan dan membandingkan bubuk kedelai hitam dan kedelai kuning. Mereka juga meneliti waktu penyangraian yang bisa menghasilkan minuman bubuk kedelai terbaik sebagai alternatif terhadap minuman kopi. Di antara parameter utama yang diamati adalah rendemen, kadar ekstrak kering, sifat kimiawi dan hasil uji organoleptik yang meliputi rasa, aroma, warna, dan nilai kesukaan pada seduhan bubuk kedelai.

Bubuk kedelai sebagai pengganti bubuk kopi memiliki nilai plus tersendiri bagi kesehatan karena mengandung unsur-unsur nutrisi antara lain protein dan lemak tak jenuh yang cukup tinggi.

Proses pengolahan bubuk kedelai yang digunakan pada penelitian tersebut sederhana saja, yakni dimulai dengan pemilihan/sortasi biji kedelai, pembersihan dan pengupasannya yang dilanjutkan dengan penyangraian. Kedelai sangrai lalu digiling kemudian disaring dengan ayakan 80 mesh.

http://sinartani.com

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Berita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s