~ Dibalik Rembulan Padam ~

 RAP : Jiwa nanar memandang wujud ragamu,,,

di sisi hati rindu di batas lain ternoda rana,,,

seperti tak menginjak bumi lagi langkah langkah kaki kecilku,,,

hingga esok ku jelang tetap saja mempesona semua lara.

ADA : Mengapa laramu kau biarkan saja…

padahal rindumu menyeruak begitu rupa..

jangan biarkan warna indah itu berlalu..

katakan laramu selagi dia masih ada untukmu….

RAP : Ku terlanjur terjerat dalam enigma cinta buta,,,

bertahan menjalan di ragu dan rindu,,

ku tawar perlahan rasa yg mungkin masih ada,,,

sulam sisa waktu di hulu pilu.

ADA : Mengapa kau pilih kelabu,,

sedangkan kau tahu,,,

begitu banyak warna dalam semburat pelangi…

mengapa tak kau pilih biru…?

tanya pada desau angin tentang rindu,,,

tanya pada titik hujan tentang cinta…

maka kau akan tahu masih banyak elegi rindu untukmu…

RAP : Ada yang mesti diurai antara biru & kelabu.

dirajut lalu disulamkan warna yg lebih berani,,

seribu matahari tolong gantungkan disudut-sudut malam,,

di antara rimbun kegelapan,,,

Utk memberikan titik runcing cahaya yg kepakkan damai,,

ke dlm setiap rindu yg tercipta disini.

ADA : Mengertilah…
jika mencari sempurna, kau tak akan mendapatkanya.

Jika mencari serupa sama halnya kau menyakiti jiwa..

bisakah kau ganti kelabu dengan hangatnya orange,

sehingga kau tak perlu seribu matahari untuk terangi hati yang merindu…
pejamkan matamu, kirimkan nyanyian lewat semilir angin disudut laramu…
karena sebenarnya kau tahu kemana arah asamu…

‎RAP : Engkau telah membakar senja buatku,, merapal kata nan bijaksana,,,,
biarkan matahari itu memasuki mata….

dan rembulan yg kan menjadi wajahnya.

ADA : Maaf jika asa mengusik lara…

tapi waktu tak kan mau menunggu
seperti pelangi yang kan pergi tanpa kau tahu..

lihat senandung bintang yang menemani malam,

kala rembulan bersembunyi
atau pelangi yang selalu hadir

saat rinai hujan telah berhenti..

mengertilah…….

By : R A P A D A

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s