Menngendalikan Hama dan Penyakit Kepending Tanah pada Tanaman Padi Sawah

Dia dapat terbang ke pertanaman padi dan berkembang biak dalam beberapa generasi. Mereka kembali ke fase dormannya setelah padi di panen. Kepinding dewasa dapat berpindah menempuh jarak yang jauh.Dibeberapa daerah (Februari 2010), dilaporkan bahwa tanaman padi terserang oleh hama kepinding tanah ( Scotinophora verminculata ). Di Aceh utara dilaporkan bahwa kepinding tanah telah menyerang areal persawahan di 5 kecamatan, demikian juga di daerah Manado Sulawesi Utara kepinding tanah telah menyerang areal persawahan.

Kepinding tanah biasanya menyerang tanaman padi dengan cara menusuk dan mengisap cairan batang tanaman yang akhirnya dapat menyebabkan warna tanaman berubah menjadi coklat kemerahan atau kuning. Pada serangan berat ujung atau tepi daun, bagian tengah daun atau seluruh tanaman menjadi kering.

Tanaman yang terserang kepinding tanah dapat mengakibatkan penurunan produksi karena apabila menyerang pada fase anakan akan menyebabkan jumlah anakan berkurang dan pertanaman terhambat atau kerdil. Sedangkan kalau kepinding tanah menyerang pada saat setelah fase bunting, tanaman menghasilkan malai yang kerdil, tidak lengkap dan akan menghasilkan gabah hampa. Dalam kondisi populasi kepinding tinggi tanaman yang dihisap dapat mati.

Populasi kepinding tanah akan cepat berkembang apabila para petani tidak melakukan tanam serempak, hal ini menyebabkan ketersediaan pakan bagi kepinding tanah yang biasanya akan dorman setelah panen padi, namun karena panen dilakukan secara terus menerus akibat tanam yang tidak serempak maka dormansi dari kepinding ini menjadi pendek. Selain itu akibat dari cuaca yang tidak menentu yang kadang panas kadang hujan yang menyebabkan lahan kering basahakan meningkatkan perkembangan populasi hama kepinding tanah.

Untuk mengenal lebih lanjut tentang kepinding tanah ( Scotinophora verminculata Thumb.) inilah deskripsi tentang kepinding tanah :

1) Serangga dewasa
Bentuk : mirip segilima
Ukuran : panjang 8 -9 mm
Warna : hitam kecoklatan dengan becak-becak warna kuning pada bagian
punggung (dada).

Serangga dewasa tertarik pada cahaya lampu. Pada keadaan tertentu serangga beterbangan dalam jumlah sangat besar mendekati lampu-lampu di jalan atau dirumah-rumah.
Untuk memperoleh penangkapan yang tinggi dapat dilakukan pada saat bulan purnama.

2) Telur
Bentuk : Seperti tong
Susunan : diletakkan pada daun atau pelepah daun secara berkelompok sebanyak 2 – 4 deretan yang terdiri dari 40 – 50 butir.
Ukuran : panjang 1 mm
Warna : kehijauan dan pada saat akan menetas berubah menjadi jingga atau agak merah jambu.
Umur : 6 hari

3) Nimfa
Jumlah Instar : 4 – 5
Warna : Coklat (bagian perut berwarna hijau kuning) dengan becak-becak hitam
Umur : 25 – 30 hari

Nimfa yang baru menetas berkelompok, kemudian menyebar kearah pangkal batang. Nimfa dan serangga dewasa menghisap cairan tanaman dari batang atau pelepah daun.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh para petani dalam pengendalian kepinding tanah dapat disampaikan sebagai berikut :

1) Menggunakan lampu petromak
Sifat Kepinding tanah dewasa yang suka dan tertarik pada cahaya lampu, maka dalam pengendaliannya dapat dilakukan dengan cara memasang lampu petromak diatas wadah air.

2) Menggenangi areal persawahan
Pada usia dua minggu, tanaman paling disukai oleh kepinding tanah. Untuk itu , bapak Mahadi (63), petani dari Manado dalam mengendalikan kepinding tanah dengan cara memberikan air pada saat tanaman memasuki usia dua minggu dengan tinggi genangan harus sejengkal tangan. Genangan air tersebut dimaksudkan untuk menghalangi kepinding tanah bersarang didasar batang tanaman. Apabila sawah kering maka lakukanlah penggenangan.

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Hama & Penyakit. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s