~~Cara Bertanam/Budidaya Cabe Kopay~~

SEKILAS TENTANG CARA BERTANAM CABE KOPAY
Jika anda membutuhkan bibit cabe kopay. Hub. 0813 6671 7707
I. PENGOLAHAN LAHAN
Pengolahan laha

Pengolahan lahan yang sempurna merupakan kunci untuk bertanam cabe kopay. agar berhasil bartanam cabe, kondisi bedengan betul-betul baik untuk per-akaran tanaman, karena itu dalam mengolah lahan dilakukan sampai empat kali ulangan.  

PENGOLAHAN TANAH PERTAMA
Membuat bedengan dengan dengan lebar 90 cm dan tinggi bedengan 40 cm

jarak antar bedengan dibuat dengan jarak 1 M

selesai membuat bedengan, tebarkan pupuk kandang yang telah menjadi kompos dengan memakai tricoderma

mengenai takaran kompos, semakin banyak kompos semakin baik , namun per lubang minimal 1,5 Kg kompos

PONGOLAHAN TANAH KEDUA

Bedengan yang telah ditebarkan dengan kompos kemudian diolah lagi. Tujuannya agar kompos yang telah ditebar betul bercampur merata dengan tanah. Bila tercampur sempurna akan membuat akar cabe mudah mendapat unsur hara. Sehingga, kemana pun akar tanaman menjalar akan menemukan unsur hara. Usai pengolahan tanah kedua, bedengan kemudian dibiarkan selama 15 hari

PENGOLAHAN TANAH YANG KETIGA

Lahan kemudian diolah lagi. Pada pengolahan lahan yang ketiga ini kondisi lahan betul-betul lembut atau dicincang halus dan dibiarkan lagi selama 15 hari.

PENGOLAHAN TANAH YANG KEEMPAT

Setelah itu baru ditaburkan dengan pupuk dasar berupa Phonska dan ZA. Takaran pupuk dasar ini dalam 1000 lubang diperlukan 100 kg pupuk dasar. Terakhir, bedengan ditutup dengan plastik atau mulsa.
Mulsa plastik yang dipakai akan lebih baik dicat lagi dengan cat perak.
Hal itu akan membuat pantulan cahaya dari bawah ke tanaman cabe cukup besar sehingga mampu membunuh serangga pembawa virus kuning
II. PEMBIBITAN

Pembibitan juga amat penting dalam bertanam cabe. Bibit yang dipakai harus berasal dari cabe yang terbebas dari serangan hama dan penyakit. Karena itu cabe yang akan dijadikan bibit betul-betul dipilih dari tanaman cabe yang sehat. Buah yang diambil bakal bibit juga buah yang paling unggul. Khusus jenis cabe kopay, dipilih buah yang besar dan panjang.

Setelah mendapat bakal bibit yang baik, kemudian dilakukan penyemaian bibit pada bedengan yang juga telah dipersiapkan untuk pembibitan. Perlakuan untuk bedengan pembibitan adalah membuat tanah pembibitan betul halus. Bedengan persemaian juga harus diberi kompos.

Setelah selesai membuat bedengan persemaian baru kemudian ditaburkan biji cabe. Usai menaburkan biji diatas persemaian, persemaian ditutup dengan karung dan dibiarkan selama 10 hari. Dalam waktu sepuluh hari kondisi persemaian harus dijaga agar tetap lembab. Karena itu, jika musim kemarau, tiga kali sehari persemaian musti disiram.
Setelah bibit berumur 10 hari, penutup dari persemaian tadi dibuka dan persemaian diberi naungan atau ditutup dengan plastik bening sampai berumur 25 hari.
Kemudian baru dipindahkan ke lahan atau ditanam diareal pertanaman.

III. PERAWATAN

Perawatan tanaman cabe juga menjadi kunci berhasil dalam bertanam cabe. Perawatan yang dilakukan adalah, seminggu setelah tanam, tanaman cabe diberi ajir. Umur 15 hari , tanaman disemprot dengan ramuan nabati yang dibuat dari ekstrak daun sirsak dan daun pinang. Takarannya yang dipakai 1 kg sirsak dan I kg pinang dilarutkan 45 liter air. Pestisida kimia juga digunakan. Untuk pestisida bisa dipakai antracol. Dosis pemakaian bisa mengikut aturan yang tertera dalam kemasan pestisida.
Penyemprotan dengan pestisida nabati dan pestisida kimia itu dilakukan dua kali seminggu dimana penyemprotan dilakukan selang seling.
Petani cabe bisa saja memakai murni ramuan nabati, namun harus lebih sering dilakukan. Sedangkan kalau hanya memakai pestisida kimia membutuhkan biaya yang lebih banyak. Jadi, lebih baik diselang seling antara pertisida nabati dan kimia.
Penyemprotan dua kali seminggu tersebut juga bagian dari perawatan untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit. Biasanya hama dan penyakit yang banyak menyerang tanaman cabe adalah Trips, ulat grayak, virus kuning dan antraknosa. Kalau trips sangat ampuh dengan ramuan daun sirsak. Ulat grayak bisa dengan perstisida kimia. dan antraknosa bisa memakai daun gelinggang gajah.
Perawatan yang penting lagi adalah membuang tunas air dari tanaman cabe. Tunas perlu dibuang karena hanya akan memboroskan makanan. Pembuangan tunas air atau oleh petani biasa disebut dengan carang itu dilakukan sampai cabe berumur 20 hari atau cabang yang berbentuk ketapelnya sudah keluar.
Setelah cabang ketapel keluar, cabang tersebut diikatkan pada ajir yang telah terpasang. Tujuannya agar tanaman tidak mudah patah, apalagi kalau ditiup angin yang kuat.
Kalau perawatan dilakukan dengan baik, maka biasa saat tanaman berumur 71 hari, sudah mulai panen.

Panen yang baik dilakukan dengan cara menghindarkan cabang patah. Jadi buah itu diangkat keatas, tidak ditarik begitu saja

Tentang robby58

Robby Asti Pratama. SP Seorang Penyuluh THL TBPP Angkatan III Thn. 2009, bekerja di WKPP Aro, Kec. Muara Bulian, Kab. Batang Hari, Jambi. "Hidup adalah perjalanan panjang menuju kemuliaan, kemuliaan adalah memberikan manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. Tak perlulah melihat sejauh mana perjalanan yang telah dan akan ditempuh..."
Pos ini dipublikasikan di Budidaya dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s